Penyebab Sakit Telinga dan Penyakit yang Harus Diwaspadai

Penyebab sakit telinga dapat terjadi pada siapa saja dan akhirnya mengganggu keberfungsian telinga sebagai panca indera kita. Telinga memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia, begitu juga dengan organ lainnya. Pengobatan sakit telinga juga harus disesuaikan dengan penyebab sesungguhnya agar fungsi telinga dapat kembali seperti semula.

Penyebab Sakit Telinga

Manusia memiliki 5 panca indera dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Kelima panca indera tersebut sama pentingnya dengan organ dalam tubuh lannya. Salah satu panca indera yang akan kita bahas kali ini adalah telinga. Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran jadi apabila telinga kita mengalami gangguan maka pendengaran pun juga akan ikut terganggu.

Banyak gangguan atau penyakit yang bisa menjangkiti telinga sehingga mengurangi fungsinya sebagai alat pendengar. Apabila kita kekurangan atau kehilangan fungsi telinga maka akan menyulitkan hidup kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja penyakit yang bisa terjadi pada telinga. Setelah itu, mengetahui apa penyebab sakit telinga tersebut agar kita bisa menghindarinya.

Mengetahui penyebab suatu penyakit juga berguna dalam pengobatannnya. Penanganan sakit telinga yang sudah diketahui penyebabnya maka dapat dipilihkan teknik pengobatan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering terjadi pada telinga:

1. Tinnitus

Tinnitus adalah penyakit telinga di mana seseorang mendengar suara deringan atau dengungan di dalam telinga. Suara tersebut bersumber dari dalam tubuhnya sendiri. Penanganan yang sering dilakukan adalah menentukan penyebabnya terlebih dahulu. Cara mengobati sakit telinga berdengung yang umumnya dilakukan adalah:

  • Apabila penyebabnya adalah gangguan pada pembuluh darah maka penangannya operasi atau obat-obatan
  • Jika penyebabnya adalah obat-obat tertentu yang dikonsumsi maka mengganti obat tersebut
  • Menghilangkan lilin pada telinga untuk mengurangi gejalanya
  • Apabila dengungan atau deringan itu muncul karena mendengar suara yang terlalu keras seperti TV, radio, musik dan lain sebagainya maka kurangi volume suara tersebut.

2. Barotrauma telinga

Penyakit ini terjadi karena adanya cedera telinga karena perubahan tekanan air ketika seseorang berkendara di gunung, melakukan penyelaman dengan kedalaman tertentu, atau bepergian dengan pesawat. Gejala utama yang sering muncul antara lain telinga terasa nyeri, buntu, hilangnya pendengaran serta kepala pening.

3. Infeksi telinga

Bagian telinga yang sering terjadi infeksi adalah bagian tengah, seperti pada saluran Eustachius. Saluran ini biasanya akan bengkak atau tertutup sehingga terjadi penumpukan cairan pada telinga bagian tengah. Beberapa penyebab penyumbatan ini antara lain alergi, flu, lendir berlebihan, infeksi sinus dan merokok. Biasanya, gangguan ini menyerang pada usia kanak-kanak di mana sekitar 75 persen adalah anak di bawah usia 3 tahun.
Gejala yang sering muncul pada penyakit telinga ini adalah keluar cairan menyerupai nanah, nyeri pada bagian telinga dalam, dan berkurangnya pendengaran. Meskipun infeksi ringan sebenarnya bisa hilang dengan sendirinya tapi Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini sebagai pengobatan sakit telinga, yaitu:

  • Menggunakan obat tetes telinga atau obat sakit telinga dewasa
  • Mengonsumsi obat-obatan bebas seperti asetaminofen, ibuprotein, dan dekongestan
  • Menempatkan kain hangat pada telinga
  • Memeriksakan diri pada dokter

Artikel Terkait: 4 Macam Nutrisi yang Mempunyai Manfaat Luar Biasa

4. Penyakit Meniere

Penyakit ini disebabkan oleh ketidaknormalan cairan dalam telinga bagian dalam yang mengakibatkan vertigo secara tiba-tiba. Biasanya, ketidaknormalan ini hanya terjadi pada satu telinga saja. Oleh karena itu, gejala yang sering muncul adalah pusing berputar dan datang secara mendadak. Orang yang sering mengalami penyakit ini adalah mereka yang berusia sekitar 40-50 tahun.

Biasanya, mereka akan diberikan obat-obatan untuk menangani vertigo yang dirasakan sebagai cara mengatasi sakit telinga juga. Selain itu, ada penanganan lain yang juga bisa dipilih yaitu suntikan pada telinga bagian tengah dan operasi. Tetapi, penanganan ini hanya bisa dilakukan jika ada persetujuan dokter jadi ketika Anda mengalami gejalanya segera periksakan diri pada dokter spesialis.

Beberapa kasus mengungkapkan bahwa sakit telinga dapat mengakibatkan hilangnya pendengaran, seperti akibat dari paparan bising, faktor penuaan, obat-obatan tertentu dan trauma. Oleh karena itu dapat dikatakan jika telinga menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan terhadap berbagai gangguan di atas jadi Anda harus tahu dan rajin dalam menjaga kesehatan telinga.

Berikut ini adalah hal-hal yang sering terlewatkan dalam menjaga kesehatan telinga:

  1. Jangan mendengarkan suara dengan volume yang kencang dalam waktu yang lama.
  2. Apabila Anda mendengarkan musik melalui earphone maka berikan sedikit jeda untuk telinga istirahat.
  3. Jangan pernah menggunakan earphone yang masih menyala selama tidur.
  4. Jauhkan diri Anda dari sumber suara yang begitu keras.
  5. Usahakan tidak membersihkan telinga dengan penjepit rambut atau cotton bud.

Setelah mengetahui betapa pentingnya telinga dan rentannya telinga terhadap gangguan maka sudah saatnya jika kita meninggalkan hal-hal buruk yang bisa menyebabkan rusaknya telinga. Jangan sampai fungsi telinga kita menjadi berkurang karena kebiasaan buruk yang selalu dilakukan. Demikian penyebab sakit telinga yang wajib diwaspadai.